
Tuhannya.Kalau kita menyadari bahwa kita hanyalah manusia lemah yang memiliki naluri cemas, mengharap, dan yang selalu membutuhkan sandaran di setiap babak kehidupan yang kita jalani, maka kita akan mengerti bahwa dengan menyandarkan kebutuhan kita kepada mahluk walau sebesar dan seluas apapun kekuasaannya, sudah pasti tidak akan memberikan hasil. “…Dan orang-orang yang kamu seru selain Allah tidak mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tidak mendengar seruanmu, kalaupun mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Hai manusia, kamulah yang membutuhkan Allah dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak membutuhkan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” QS Faathir (35):13-15.
Selain sebagai media penghambaan seorang manusia terhadap Penciptanya,
shalat juga berfungsi sebagai sarana kita meminta pertolongan dari Allah SWT
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya yang demikian
itu sangat berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk” QS Al Baqarah (2):45.
Shalat yang dilakukan dengan menghadirkan hati bisa menjadi pencegah dari
perbuatan buruk “….Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan
mungkar….” QS Al ‘Ankabuut (29):45. Shalat merupakan anugerah Allah SWT untuk
manusia sebagai penghalang dan pemisah dari keburukan. Oleh karena itu siapa
yang ingin mengetahui sejauh mana manfaat shalatnya, hendaknya kita
memperhatikan apakah shalat yang kita lakukan telah mampu menghindarkan kita
dari perbuatan buruk.
Seperti dalam sabda Rasulullah “tak melakukan shalat orang-orang yang
shalatnya tidak menghindarkannya dari perbuatan keji dan mungkar”.Karena shalat
yang dilakukan tanpa kehadiran hati, tak akan mengubah apapun dari diri
kita.Fungsi shalat selain tersebut diatas juga sebagai obat hati seperti dijelaskan
dalam QS Thaahaa (20):14 “…Maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk
mengingatKu.”
QS Ar Ra’d (13):28 “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah
hati menjadi tenteram”
Lalu bagaimana dengan kita, apakah masih menjadikan shalat sebatas ritual
wajib atau malah menjadikannya sebagai suatu beban karena harus melakukannya
ditengah-tengah padatnya aktivitas sehari-hari?Kalau hati kita masih menjawab
sebatas kewajiban bahkan menjadi beban, maka kita perlu merenungkan sabda
Rasulullah SAW berikut ini “Yang pertama dihisab pada hari kiamat adalah
shalat, apabila baik shalatnya maka baiklah yang selebihnya. Jika buruk
shalatnya maka buruklah yang selebihnya.” Baik buruknya kehidupan manusia di
akhirat kelak akan ditentukan oleh shalat yang dilakukannya.
Penting kiranya kita merasa malu jika kita yang telah banyak mendapatkan
kenikmatanNya dengan sengaja atau tidak, mengabaikan shalat.
Apalagi kalau kita telah
menyadari bahwa shalat sebagai kebutuhan, lebih malu kiranya jika hanya
disaat-saat terdesak dan mengharap sesuatu, kita baru mengingat Allah Sang Maha
Baik. Dan jangan pernah menyalahkan Allah SWT apabila Ia tidak menghiraukan
hambaNya yang datang tanpa menunjukkan kebutuhan terhadap Sang Pencipta serta
tidak memujaNya dengan sepenuh hati. Maha Adil Allah ketika Ia tak ingin
mengenal manusia-manusia yang tidak pernah mengenal Sang Pemiliknya yaitu
orang-orang yang enggan memenuhi panggilan Tuhannya.Nabi Muhammad SAW bersabda
“Laksanakanlah shalat seakan-akan itu shalat terakhirmu. Dan saat engkau mulai
memasuki shalat, katakanlah kepada dirimu, ini adalah shalat terakhirku untuk
dunia. Dan berupayalah untuk merasakan surga ada dihadapanmu, neraka dibawah
kakimu, ‘Izrail ada dibelakangmu, para nabi berada di samping kananmu, para
malaikat berada di samping kirimu. Dan Allah mengawasimu dari atas kepalamu.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar